Pahlawan?

 

poster-hari-pahlawan

Pahlawan adalah orang yang berjasa karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Pahlawan diambil dari bahasa Sanskerta phala-wan yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama. (Wikipedia)

Hari ini, tanggal 10 November tepatnya, adalah hari yang diperingati Indonesia sebagai Hari Pahlawan. Memangnya ada kejadian apa di hari itu puluhan tahun yang lalu? Apa yang mendasari 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan?

Semuanya berawal dari tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan Tentara Inggris untuk Jawa Timur, pada 30 Oktober 1945. Saat itu, Mallaby yang menggunakan mobil berpapasan dengan milisi Indonesia. Terjadi kesalahpahaman sehingga timbullah baku tembak. Mallaby tewas dalam baku tembak itu, tanpa diketahui siapa pelakunya―entah pribumi atau tentara Inggris itu sendiri.

Kematian Mallaby ini menyebabkan tentara Inggris murka. Pengganti Mallaby, Mayor Robert Mansergh, kemudian mengeluarkan ultimatum untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA. Ultimatum tersebut juga menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut dianggap sebagai penghinaan oleh sebagian besar milisi Indonesia di Surabaya. Mereka menolak ultimatum itu dengan alasan Republik Indonesia kala itu sudah resmi berdiri dan Tentara Keamanan Rakyat pun sudah dibentuk sebagai pasukan negara. Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata bentukan masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa, dan pelajar, yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan berskala besar yang diawali dengan pengeboman udara ke gedung-gedung pemerintahan Surabaya. Mereka juga mengerahkan sekitar 30.000 infanteri, sejumlah pesawat terbang, tank, dan kapal perang. Meriam dari laut dan darat juga dilancarkan oleh tentara Inggris.

Rakyat tentu saja tidak tinggal diam menghadapi teror ini. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia kemudian berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan ribuan penduduk sipil jatuh menjadi korban dalam serangan tersebut, baik meninggal maupun terluka.

Di luar dugaan pihak Inggris yang menduga bahwa Surabaya bisa ditaklukkan dalam tiga hari, para tokoh masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo terus menggerakkan semangat pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris. Pertempuran skala besar ini mencapai waktu sampai tiga minggu, sebelum seluruh kota Surabaya akhirnya jatuh di tangan pihak Inggris.

Setidaknya 6.000 – 16.000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200.000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 – 2.000 tentara. Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.

Ringkasnya, 10 November 1945 merupakan hari dimana semangat rakyat Indonesia dalam melawan penjajah menyala-nyala. Hari tersebut merupakan saat dimana seluruh rakyat Surabaya bersatu, melawan penjajah hingga berani mengorbankan nyawa sendiri. Mereka membela apa yang bagi mereka benar, dan itulah pahlawan yang sesungguhnya.

Di era modern seperti sekarang mungkin tidak ada lagi pahlawan yang memperjuangkan kebenaran melalui perlawanan seperti dahulu, tetapi kita kembali ke definisi pahlawan. Pahlawan adalah pejuang kebenaran, bukan pejuang perang. Siapapun yang memperjuangkan kebenaran, seperti guru, ilmuwan, ahli hukum, politisi, orang tua, bahkan diri kita sendiri, layak disebut sebagai pahlawan.

Ingatlah, setiap orang memiliki sisi heroik dalam dirinya yang mungkin tidak disadari oleh siapapun.

Selamat Hari Pahlawan.

sumber:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pahlawan
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_10_November

Info Kastrat
Departemen Kajian Strategis
BEM Kema FMIPA Unpad Kabinet Seru 2016
Lantangkan ide-ide berbahayamu!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s